MENUNGGU DAN MENEMUI

Kegiatan saya, sebagai PayTren 1, hehehe, praktis adalah kegiatan lobying. Meeting meeting. Ketemu ketemu. Sama orang2 penting negeri ini. Dan sama orang2 berpengaruh negeri ini.

Dan itu, tiap hari. Sebab irisannya, banyak. Baik terkait dengan regulasi, kebijakan, peraturan, hingga kemudian ke pengembangan dan kerjasama2 bisnis. Dalam dan luar negeri.

Atas nama 2jt warga PayTren, dan ratusan karyawan. Dengan ekosistem warga&karyawan yang banyak sekali bilangannya. Saya mau melakukan hal ini. Karena Allah. Dengan Izin Allah. Dan kemudian manfaatnya, kita semua berdoa, agar diperluas dan diperbesar, untuk seantero jagad manusia dan makhluknya Allah.

Saya tau. Pak Hari, sbg Man Behindnya PayTren, malah lebih lagi ketimbang saya. Sebab masih harus melakukan hal2 teknis.

Btw…

Menunggu dan Menemui.

Dua pekerjaan yang sungguh engga saya banget. Bukan guwe banget.

Saya DNA nya, ditunggu dan ditemui. Hehehe

Namun semua harus tawadhu’. Harus sadar posisi. Harus bersyukur dan mensyukuri positioningnya. Sehingga tidak timbul bosan, letih, dan malesnya. Pekerjaan ini, adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan ikhlas.

Hari ini, Kamis, 18 Jan 2018, saya seperti hari2 sebelumnya. Menemui dan Menunggu. Yakni menemui dan menunggu orang paling berpengaruh di negeri ini. Plus 1-2 layer di bawahnya. Dan orang2 di sekitarnya.

Lompat sana. Lompat sini. Pindah sana. Pindah sini. Menyesuaikan berkali2. Hingga malah tak enak sendiri dengan ring 1 nya, sebab koordinasi serasa hampir tiap saat, berubah.

Namun saya masih harus setia dengan menunggu dan menemui.

Ya. Senjatanya, cuma sabar, ga bawel, tau diri, tau rasa, bahwa yang berkepentingan adalah kita, ga memaksa. Hingga bahkan, saat tengah malam nanti, diputuskan: “Kita coba besok ya Pak Ustadz…”, maka menunggu dan menemui, ga boleh menjadi hal yang males untuk dilakukan. “Ah, ntar kayak kemaren2.”

Ga boleh.

Tapi… Sebagaimana biasa juga… Sungguh saya lbh merasa ga adil. Sudah segitunyakah saya dengan Allah?

Menunggu-Nya, dan Menemui-Nya?

Effort menunggu dan menemui-Nya, seperti saya menunggu dan menemui Yang Kuasa?

Saya tau jawabannya. “Rasanya engga.”

Bahkan pada masjid dengan jarak terdekat saja, saya engga keliatan ada usaha untuk berkorban mencapai-Nya, menunggu-Nya, dan menemui-Nya.

Bahkan, u/ dhuha dan tahajjud, another grand meeting, dengan Yang Memegang Segala Izin dan Opportuniti Bisnis, saya pun tidak menyediakan waktu, perhatian, tenaga, dan konsentrasi terbaik.

“Jika sempat.”

Begitu judulnya.

Ah… Manusia…

Ga ngerti posisi dan kedudukan di mata Allah. Tapi tau jika antar-manusia. Ampun.

Bila pekerjaan menunggu dan menemui ini, tidak bisa jd ibadah, dan jika tidak melihat kepentingan dan kebaikan seluruh keluarga besar PayTren: karyawan dan pengguna, niscaya saya sudah balik kanan. Dan memilih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih keliatan daripada menunggu dan menemui.

Triring doa dan kebaikan buat semua karyawan dan pengguna PayTren.

Sesungguhnya, siapapun kegiatannya tiap hari, adalah: menunggu dan menemui.

Tinggal siapa yang ditunggu olehnya? Dan siapa yang ditemuinya.

Salam.

Yusuf Mansur.

CERITA TENTANG KERENDAHHATIAN

Jum’at, Bandara Soetta, jam 10an pagi.

Td saya ketemu Gub NTB dan istrinya. Beliau cerita dg kerendahhatian sbg seorang Gubernur yang mulia.

Bbrp hr yl., Presiden kan ke Lombok. Katanya. MaasyaaAllah, katanya, lagi, Presiden muji2 PayTren. Bnr2 muji PayTren. Dg mimiknya yg serius, dan bahagia.

PayTren katanya, berhasil, memobilisasi ekonomi dan keuangan masyarakat. Dipercaya. Amanah. Presiden trs memuji PayTren. Dan bnr2 mendorong OJK dan BI, agar membantu PayTren. Dan ini memang trjadi. Dengan tetap PayTren memenuhi aturan.

Presiden katanya, fasih bener nyebut PayTren. Kayak udah biasa. Kata Gubernur. Dan nampak senangnya hati beliau (Presiden), thd PayTren.

Bahkan kata Gubernur NTB, Presiden nyuruh beliau belajar dari PayTren, hehehe. Dlm hal ekonomi kerakyatan. Demikian kata Gubernur, sambil terpingkal2. Tentu saja, PayTren lah yang harus belajar dari Gubernur NTB.

Buat saya dan kita semua… Sungguh, ini adalah berita menyenangkan. Sekaligus tantangan agar PayTren lbh lagi sungguh2 mengembangkan PayTren lbh maju dan lbh manfaat lagi.

Tidak lupa Gubernur NTB memberi nasihat, dan masukan, agar PayTren lbh lagi punya rencana jangka panjang, yg lbh besar dan lbh luas, sbg karya yang berkesinambungan.

Ibu Gubernur, istri Tuan Guru, Ummu Azza, begitu beliau dipanggil, berkali2 membenarkan, dan memberi kesaksian. Sambil sesekali bertanya ttg istri saya dan Wirda.

Salam buat Gubernur NTB, dan keluarga besarnya. Triring doa juga u/ Presiden dan pemerintah kita, dan seluruh rakyat Indonesia, siapapun ia. Mksh atas kabar gembira ini. Yang menunjukkan perhatian Presiden yang luar biasa terhadap PayTren.

Salam.

Yusuf Mansur.
HappyPayTren.

Jgn lupa. Baca doa. Dan baca Yaasiin, 1hr 1x., u/ doa2., trmasuk doain izin eMoney BI u/ PayTren, sgr turun.

Di antara makna sholawat adalah dukungan

Bacaan shalawat yang paling ringan…

Shollawlloohu ‘alaa Muhammad
صل الله على محمد
Atau…
Awlloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa Aalih.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله
Di antara makna sholawat adalah dukungan… Ini di antaranya loh ya. Ga mewakili semua makna. Ga mungkin terwakili. Sbb Allah juga kan bershalawat kepada Nabi. Hanya Allah Yang Tahu kayak apa shalawat-Nya.
Nah, kalo kita mendoakan orang lain, kan doa itu balik ke kita. Maka doa u/ Rasul itu juga akan balik kepada kita. Kita doain Rasul agar  Allah mendukung Rasul. Maka doa itu kembali ke kita. Kita akan didoakan Malaikat dengan doa yang sama dengan doa yang kita kirimkan untuk Nabi.
Bahkan sholawat ini beda. Nabi sendiri juga akan mengembalikan balik. Bersholawat balik. Mendoakan balik. Luar biasa kan…? Didoain guru kita, ustadz kita, ustadzah kita, kyai kita… Udah luar biasa. Apalagi jika Rasul mendoakan kita agar Allah mendukung kita. Subhaanallaah dah…
To be sambunged aja.
– Yusuf Mansur –

Impian dan Langkah Ustadz Yusuf Mansur untuk Ekonomi Indonesia

Geliat ekonomi Indonesia semakin menguat. Penguatan ekonomi itu sebenarnya sudah terlihat secara kasat mata. Secara spesifik lagi, ekonomi syariah juga disebut-sebut menggerakan perekonomian Indonesia. Banyak kemudian yang terjun ke bidang ekonomi syariah ini. Salah satu tokoh yang turun gunung tergerak untuk ikut memajukan ekonomi syariah Indonesia adalah ustadz kondang yang terkenal akan ajakan menghafal Qur’annya yakni Ustadz Yusuf Mansur.
 
Melalui keterangan tertulisnya, Ustadz Yusuf Mansur membagikan impiannya untuk masa depan Indonesia khususnya di bidang ekonomi. Ustadz yang akrab disapa dengan UYM ini berharap di waktu yang akan datang Indonesia menjadi negara investor bukan negara yang menjadi tempat investasi.
 
“Kan Keren, kalau pemilik Real Madrid asal Indonesia, pemilik Barcelona asal Indonesia, terus Amerika, Tiongkok, Arab Saudi itu nanti pinjam dana segar ke Indonesia. Sedap!”
 
UYM kemudian menjabarkan langkah-langkah setelah mengantongi izin Manajemen Investasi Syariah (MIS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Pertama, UYM akan mengajarkan kepada yang baru bergabung bahwa niat baik perlu langkah yang baik, niat yang benar perlu langkah yang benar.
“Nawaitu (niat-red) Patungan Usaha, Patungan Aset, Nabung Tanah. Insya Allah sudah benar. Tapi, saya waktu itu gak ngerti, gak tau, gak paham, kalo ada aturannya, ada regulasinya. Jadi, dengan saya menyiapkan dan men-submit pendaftaran Manajemen Investasi Syariah, bisa jadi pengajaran dan contoh yang baik. Untuk taat regulasi. Apalagi regulasi ada, bukan untuk menyusahkan.” Papar UYM.
 
Kedua, Ustadz Sejuta Followers ini akan mengundang para ahli dan profesional di bidangnya untuk menjalankan perusahaan manajemen investasi syariah dengan baik dan benar sehingga nantinya perusahaan tersebut amanah, profesional, untung, halal, berkah dan manfaat. Dia berkaca pada masa lalu bahwa dulu teknis dan eksekusi perusahaan dilakukan olehnya sehingga wajar terjadi banyak kealpaan.
“Kehadiran perusahaan ini akan jadi milestone (pencapaian-red) di tanah air, sebab belom pernah ada yang resmi, karenanya saya lewat PayTren, dukung penuh, termasuk segala permodalan yang dibutuhkan dengan tetap mengedapankan visi misi keumatan dan kebangsaan. Tugas saya di sana sekarang hanya di visi misi, di promosi, di public relation-nya, bukan di tataran teknis kayak dulu.” Lanjut UYM.
 
Langkah ketiga dari Ustadz yang dikenal karena sedekahnya ini adalah memajukan dunia ekonomi syariah. UYM mengaku heran bahwa ternyata pemegang reksadana syariah masih di bawah 500.000 orang. Padahal, perusahaan digital yang dirintisnya yakni PayTren mempunyai 1,6 Juta pengguna. Menurutnya, ini adalah sebuah modal dan akan menjadi berita besar jika seluruh pengguna PayTren menjadi pemegang reksadana syariah juga.
“Siapa tau, ummat, masyarakat, rakyat, bisa jadi mitra pemerintah dalam urusan permodalan. Jika butuh modal, ke ummat aja. Ke masyarakat aja. Ke rakyat aja. Gitu.” Harap UYM.
 
UYM juga merencanakan bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk menggerakkan seluruh komponen bangsa. Dia menyebutkan beberapa contoh dan potensi kerja sama yang bisa dijajaki. 
“Misalnya dengan muslimat NU. Ini aja jumlahnya udah 21 Juta perempuan, dengan Muhammadiyah, dengan Gontor dengan santri aktifnya yang berjumlah 350.000, belum lagi masjid, itu tromol (kotak sedekah yang ada rodanya di bawah-red) kalo dikalikan ratusan ribu dengan masjid seluruh Indonesia berapa jumlah totalnya? Insya Allah Gojek, Uber, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, BukaLapak dan perusahaan digital lainnya, kita bisa beli sahamnya. Lalu, masyarakat luas bisa ikut menikmati.”
 
Ustadz kondang ini mengakui bahwa dulu memang dia salah tetapi bukan sebuah penipuan dan pembohongan publik. Regulasi dan aturan lah yang menjadi penyebab kesalahan tersebut. UYM mempersilakan bertanya kepada Bareskrim Mabes Polri atau penyidiknya soal penipuan dan pembohongan publik terkait Hotel Siti atau Condotel Moya Vidi.
“Dulu saya salah. Iya. Tapi bukan penipuan dan pembohongan publik. Tapi soal regulasinya. Jadi, terhadap kasus yang disebut saya menipu atau apa yang terkait Hotel Siti, Condotel Moya Vidi silakan tanya langsung ke penyidiknya di Bareskrim Mabes Polri. Jangan saya malahan yang jawab.”
 
UYM juga menyampaikan bahwa dia bertanggung jawab penuh dan akan menyelesaikan sampai sempurna. Salah satu bentuk tanggung jawabnya adalah menunjukkan ke publik bahwa dia sudah menjadi mitra resmi OJK dan Bank Indonesia (BI).
Salah satu bentuk nyata dari kemitraan resmi dengan OJK adalah roadshow Training of Trainers tentang Pasar Modal Syariah di berbagai kota melalui PayTren yang memang mitranya tersebar di seluruh penjuru nusantara.
“Wah! Kawan-kawan setanah air, gegap gempita. Mereka setia dan gembira ikut pelatihan yang boleh jadi merupakan dunia baru buat mereka. Investasi Pasar Modal Syariah! Mereka rata-rata ikut dari awal sampai dengan akhir. Tidak ada yang menguap, apalagi mengantuk dan pulang. Pematerinya langsung dari OJK dan pembicara lain yang OJK siapkan dan fasilitasi.”
 
Ketika dikonfirmasi mengenai izin Manajemen Investasi Syariah, Ustadz dengan akun instagram @yusufmansurnew ini membuka bahwa belum mendapatkan izin karena tidak terkejar Lebaran seraya menjelaskan bahwa umur laporan keuangan yang dibuat hanya berlaku 90 hari dan akan mendaftarkannya pada tanggal 10 Juli 2017.
“Belom. Sebab umur laporan keuangan kan umurnya 90 hari saja. Karena kemarin keburu sibuk lebaran, kami tunda dulu. Tanggal 10 Juli ini kami resmi submit ke OJK. Mohon doa. Kami banyak nanya sama para pakar dan ahli investasi, khususnya para pakar dan ahli investasi syariah.”
 
Dalam kesempatan ini, Ustadz Yusuf Mansur juga menjelaskan perbedaan antara PayTren Asset Management dengan PayTren sendiri.
“PAM (PayTren Asset Management) dengan PayTren itu ada perbedaan. Yang pertama itu, investasi. Sejak dinyatakan pengumpulan uang dan gerakan patungan itu bermasalah, kami gak pernah buka lagi yang baru. Kami menurut dengan pemerintah. Toh ini bukan bisnis. Ini gerakan. Murni menjadi seluruh opportunity di negeri ini jadi milik rakyat. Atau setidaknya, ikut dinikmati rakyat. 
Yang kedua, PayTren sebagai induk. PayTren bukan investasi. PayTren adalah perusahaan payment gateway. Tiap hari, Alhamdulillah, pengguna baru PayTren, 3.000-5.0000 pengguna. Sejauh ini sudah 1,6 Juta pengguna. Baik android maupun iOS. Dengan jumlah transaksi 300.000-400.000 transaksi per hari, kalau dirupiahkan sekitar 5-10 Milyar per hari. Valuasi PayTren sekarang sudah ditaksir 4 Triliun.”
 
Saat, ini Ustadz Yusuf Mansur sedang berada di Malaysia untuk menerima penghargaan dari Mahathir Muhammad sekaligus juga untuk menemui para jamaah dan para user PayTren di Malaysia. UYM mendedikasikan penghargaan tersebut untuk umat, untuk bangsa, untuk Indonesia.
 
Di akhir keterangan, UYM menuturkan kalau ancaman, hantaman, rintangan dan tantangan yang datang harus dihadapi sebab impian lebih tinggi daripada itu.
“Asli. Saya kepengen melihat Indonesia dan Masyarakat Indonesia menjadi investornya dunia. It’s not a dream anymore. Coming true. Insya Allah.”

Manfaatkan betul hari-hari terakhir Ramadhan

Assalamualaikum para Mitra semua,

10 Malam Terakhir, doa tembus-tembusan ke langit. Saatnya mengubah nasib. Minta pol ke Allah. Saya dulu, 7 Ramadhan, banyak water eyesnya (air matanya). Tapi dikasih yakin. Bahwa Allah Maha Mendengar. Bahwa Allah Maha Mengubah Nasib. Bahwa Allah Maha Mengangkat Derajat. Bahwa Allah Maha Pemurah. Yang sekaligus Maha Penyayang, Maha Pengampun.

7 lebaran, menandai 7 tahun beriyadhah sederhana. Doa-doa. Dan zikir sebisanya. Dan… Here I am…

Kawan-kawan, manfaatin malam-malam terakhir Ramadhan. Berharga sangat.

Maksimalkan bener malam-malam terakhir. Keluarga kawan-kawan membutuhkan kawan-kawan semua. Mereka butuh kawan-kawan yang bagus keadaan fisik, psikis, ekonomi, dan lain-lainnya.

Mintalah kepada Yang Menurunkan Malaikat-malaikat-Nya di Malam Lailatul Qadar. Sebagaimana tertera di surah al Qadr… Innaa Anzalnaahu fiii Lailatil Qadr. Wamaa adrooka maa lailatul qadr. Lailatul qadri khairummin alfi syahr. Tanazzalul malaaikatu warruuhu fiihaa bi idzni robbihim min kulli amrin. Salaamun hiya hatta mathla’il fajr.

Lihatlah terjemahannya yang indah. Yang penuh memotivasi. Saat energi alam, dipenuhi malaikat-malaikat-Nya yang mengurus semua urusan… Pastikan, yang diurus adalah di antaranya, urusan kawan-kawan…

Ibarat dokumen… Jangan ampe dokumen perubahan nasib kawan-kawan, ga kebawa dan ga keurus malaikat. Sayang beribu sayang ntarnya.

Selamat Berjuang

Salam,
Yusuf Mansur